Pages

Friday, December 16, 2016

Memilih Pemimpin Muslim Yang Peduli Dengan Umat Islam

Dewasa ini, di Indonesia suhu Hukum, Politik dan Sosial kemasyarakatan sedang hangat-hangatnya, karena dipicu dengan kejadian seorang Gubernur yang juga merupakan peserta Pilkada, sedang menjadi tersangka penistaan agama Islam yang sebelumnya di demo oleh jutaan umat Islam yang saat artikel ini ditulis, kasusnya sedang dalam proses persidangan di pengadilan negeri Jakarta Utara.

Situasi  Hukum, politik dan sosial kemasyarakatan yang sedang hangat-hangatnya tersebut, juga mempengaruhi isi perbincangan masyarakat luas di banyak tempat, tidak terkecuali di sosial media dan instant messaging.

Saya sendiri menggunakan Sosial media seperti Facebook dan Twitter serta juga menggunakan Instant Messaging yaitu Whatsapp (WA). Dalam menggunakan Whatsapp, selain untuk berkomunikasi dengan teman, sanak family dan orang lain, saya juga tergabung dalam beberapa group WA, salah satu di antaranya adalah group Doeval '94. Group WA ini adalah group WA yang anggotanya adalah alumni SMP Negeri 245 yang masuk pada tahun 1994. Sudah cukup lama ya …, kami yang dulunya anak-anak, sekarang sudah pada punya anak … :-).

Pernah suatu kali saya mengupload image perkataan seorang mantan perdana menteri Turki, Necmettin Erbakan, seperti yang saya insert juga di artikel ini. Perkataannya adalah : “Muslim yang tidak pedulikan politik, akan dipimpin oleh politikus yang tidak pedulikan orang Islam”. Seorang teman, yang tulisan ini diperuntukkan untuk dia, sebut saja “W”, membantah kepada saya, kurang lebih  :”Itukan di Turki “. Maksudnya adalah, itukan di Turki, bukan di Indonesia. Sebuah pembantahan yang tidak saya duga, namun cukup masuk akal, karena yang mengatakannya adalah, Necmettin Erbakan, mantan perdana menteri Turki, yang juga orang Turki, sehingga pernyataannya khusus pada masalah Turki saja, begitu pikir teman saya itu.

Walau begitu, pernyataan Necmettin adalah pernyataan global, tidak untuk kasus Turki saja, dengan beberapa alasan, yaitu:

1. apa yang disampaikan oleh Necmettin dapat terjadi di semua negara. Dari isi pernyataannya :
 “Muslim yang tidak pedulikan politik, akan dipimpin oleh politikus yang tidak pedulikan orang  Islam”.  Muslim ada di banyak negara, selain di Turki, yang menjadi negara Necmettin, sehingga pernyataannya juga berlaku untuk wilayah lain.

2. Dari pernyataannya, Necmettin tidak menyebut atau bermaksud kepada kasus Turki saja, baik secara eksplisit maupun implisit, sehingga tujuannya adalah global, tidak spesifik.

3. Sangat banyak pernyataan yang disampaikan oleh tokoh dunia dari sebuah negara, namun pernyataannya tidak hanya untuk negaranya saja dan berlaku global, seperti pernyataan John F.Kennedy, presiden Amerika  era dulu, yang berbunyi : “Change is the law of life. And those who look only to the past or present are certain to miss the future”.

Sehingga, dari tujuan dan berlakunya pernyataan Necmettin tersebut, tidak khusus untuk Turki saja, namun juga untuk negara lain, seperti Indonesia.

Sekarang, bagaimana dengan kebenaran pernyataan Necmettin. Saya sendiri meyakini, pernyataannya mengandung kebenaran, terutama untuk negara yang menganut sistem pemilihan demokrasi yang penduduknya mayoritas Muslim seperti Turki dan Indonesia. Dalam demokrasi pada pemilihan pemimpin,  menganut hak pilih satu orang, satu hak pilih, sehingga setiap warga negara sangat menentukan siapa pemimpin yang akan dipilihnya.

Olah karena itu, sebagai seorang Muslim dan warga negara, kita harus peduli terhadap politik, siapapun kita, karena politik adalah cara untuk menguasai negara dan masyarakat, termasuk kehidupan pribadi warga negaranya dan memilih pemimpin daerah dan negara adalah unsur penting dari kehidupan politik. Yang lebih penting dari itu, karena memilih pemimpin Muslim adalah perintah Allah yang tertulis dalam Al-quran yang tertulis pada salah satu surat dan ayatnya yang sedang santer saat ini, yaitu : Al-maidah : 51.
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu);sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang Zalim (QS:Al-Maidah: 51).

Walau begitu, pemimpin yang beragama Islam, belum tentu juga peduli terhadap Umat Islam, sehingga kita memilih tidak hanya pemimpin yang beragama Islam, namun pemimpin beragama Islam yang peduli terhadap kondisi umat Islam, yang dapat dilihat dari track recordnya.


Salam,
Jakarta, Sabtu, 17 Desember 2016, bertepatan dengan 17 Rabiul Awal 1438 H, bertepatan juga dengan jadwal Leg 2 Final Piala AFF, Indonesia vs Thailand.


Akhmad Sofwan
----------------------------

Sumber image:
https://twitter.com/elfianems/status/729534280016101376

No comments: