Pages

Thursday, August 21, 2008

Penutupan Pengajian


Menjelang bulan suci Ramadhan, ada suatu acara khusus di hampir semua pengajian di Indonesia, termasuk juga di daerah saya, yaitu acara penutupan pengajian. Di sebuah Masjid di daerah saya, Masjid itu merupakan tempat saya beribadah dan 'bermain' sewaktu saya kecil dan saya ingat mengenai perkembangan bangunan masjid nya dari waktu ke waktu hingga seluas sekarang. Di sebut tempat 'bermain' saya sejak kecil, karena saya ingat, sewaktu kecil kami Sholat plus ada becanda-becanda nya, kalau sekarang yang Sholat saja tanpa ada becanda dong .... khan udah gede :).


Saya menghadiri sebuah acara penutupan pengajian yang pengajiannya di adakan seminggu sekali setiap malam Jum'at. Acara pengajian kaum pria, baik remaja ataupun bapak-bapak, setiap acara nya cukup di padati pengunjung, bahkan kalau saya perhatikan juga menarik beberapa Jama'ah dari Masjid atau Musholla sekitar nya. Menurut saya, karena sang Ustadz berilmu pengetahuan Islam yang sangat lumayan, termasuk dalam hapalan Ayat Al-Qur'an atau Hadits dan bahasa Arab nya. Dan juga para peserta nya juga aktif dalam bertanya, sehingga tidak pernah setiap selesai sang Ustadz memberikan kajian kitab, tidak ada yang bertanya dan cukup sering pertanyaan nya yang di luar topik bahasan dan sang Ustadz memberikan jawaban yang cukup memuaskan, beserta dalil Al-Qur'an / dan Hadits nya.


Apa yang luar biasa saat penutupan pengajian pada saat itu adalah, suasana haru dan sedih yang saya rasakan, bahkan nampak ketua Masjid nya bersedih yang untung nya itu adalah penutupan sementara, bukan penutupan selama nya, Insya Allah, setelah Ramadhan akan di buka lagi pengajian seperti itu. Saya sendiri pun merasa sedih dan khawatir terhadap penutupan sementara itu. Sedih, karena kenapa harus ada penutupan sementara dan khawatir, kalau-kalau tidak di buka lagi setelah Ramadhan. Untuk hal ini, ada sebuah pengajian Remaja di Masjid itu, yang telah berjalan selama bertahun-tahun, tetapi setelah generasi saya, pengurus Perkumpulan Remaja Masjid tsb tidak dapat mempertahankan keberlangsungan dari pengajian remaja tsb. Pengajian tsb di tutup sementara saat menjelang Ramadhan dan tidak di buka-buka lagi hingga saat ini :(.


Melihat lebih luas, jika ada yang berpendapat di Jakarta itu banyak maksiat yang merajalela dengan di tandai banyak nya tempat hiburan malam, termasuk kafe yang menjual minuman keras yang di anggap biasa hingga para pengunjung mall yang berpakaian mini dan seksi aduhai ... Ehem ... di tambah perilaku jalanan yang semrawut dan kasar, terlebih jika ada benturan antar sesama pengguna jalan, wah ... aroma emosional nya sangat kentara, maka di sisi lain muncul nya banyak pengajian di Masjid-masjid dan perkumpulan Majlis Taklim adalah keadaan yang cukup menyenangkan, walaupun jama'ah Masjid di waktu sholat berjama'ah tetap saja sedikit di banding dengan jumlah penduduk yang mengelilingi Masjid.


Kembali ke hal penutupan pengajian, ternyata ada sisi yang menyenangkan lainnya, yaitu akan datang bulan Ramadhan dan tidak juga lupa kemeriahan Ramadhan di masyarakat Indonesia. Terbersit harapan, semoga di bulan Ramadhan 1429 H yang akan datang, dapat kita masuki dalam keadaan sehat Wal 'afiat Lahir dan Batin dan suasana dan keadaan yang kondusif, sehingga kita dapat meningkatkan amal ibadah kita di banding Ramadhan di tahun yang lalu. Amiin Ya Robbal 'Alamiin.

2 comments:

RB said...

Yang sampai sekarang saya masih nggak bisa mengerti. Kenapa banyak pengajian rutin saat menjelang Ramadhan malah ditutup alias berhenti selama Ramadhan?
Bukannya malah seharusnya acara itu dibutuhkan saat Bulan Ramadhan?

Akhmad Sofwan said...

Jawab nya mudah saja mas. Karena masalah waktu, pengajian khan biasa nya habis Isya atau Maghrib, nah waktu-waktu segitu pada persiapan sholat Tarawih atau di ganti dengan Sholat Tarawih, kalo pengajian ibu-ibu yang siang, memang seharus nya tidak perlu di tutup, soal nya waktu nya kan tidak bentrok. Alasan agar lebih konsen terhadap ibadah puasa nya, mmmh ,saya rasa itu alasan yang lemah atau kita pikir lagi .... memang waktu nya mengamalkan lebih banyak dari pada belajar nya, seperti baca Al-quran nya jadi lebih banyak, singkat nya, pengajiannya di ganti dengan amal, amal lebih fokus dan intens. Btw, terima kasih lho atas kunjungan dan isi buu tamu nya.