Pages

Friday, July 18, 2008

Boleh kalah gelar, tetapi jangan mau kalah pintar


Sudah sekitar 7 tahun saya lulus dari jenjang pendidikan Sarjana Teknik Informatika di sebuah Perguruan Tinggi Swasta di Jakarta. Teman-teman yang se angkatan maupun yang beda angkatan memiliki kehidupan yang berbeda saat ini, baik soal jenis pekerjaan, keluarga,sosial,penghasilan hingga jalan hidup. Sebagian kecil rekan-rekan sudah mendapat gelar Magister atau sedang menempuh jenjang pendidikan S2 dan itu sesuatu yang sangat baik, baik lewat cara di sekolahkan gratis, karena berkecimpung di dalam Kampus dan terikat ke dalam Ikatan Dinas Kampus, beasiswa ataupun atas biaya sendiri dan hal itu adalah suatu karunia Allah yang besar. Bagi rekan-rekan yang tidak menempuh ke jenjang S2, baik karena masalah biaya atau karena memang tidak mau, sebenar nya juga jangan lah berkecil hati, termasuk saya, walaupun berkeinginan untuk melanjutkan ke S2, namun untuk saat ini belum dapat terwujud.

Ada hal yang ingin saya sampaikan di sini, bahwa hal yang lebih penting adalah masalah ilmu, kita tetap lah terus mengupdate dan mengupgrade kwantitas dan keilmuan kita di berbagai bidang, khusus nya bidang yang kita berkecimpung di dalam nya, dalam hal ini adalah Ilmu Komputer dan bidang yang wajib kita kuasai, seperti ilmu Ke Islaman, bagi seorang Muslim.
Belajar sepanjang masa, "Dari buaian hingga liang kubur", tidak lah harus memakan biaya yang mahal dan tidak harus lewat jalur formal. Membaca, dari zaman dulu hingga saat ini, di akui sebagai cara utama untuk memperoleh ilmu, selain itu tetap berpikir analitis dan kritis terhadap berbagai macam masalah kehidupan, berdiskusi atau bertanya kepada sang ahli juga dapat di lakukan tanpa biaya tinggi atau bahkan gratis. Meningkat untuk itu adalah memproduksi pengetahuan, dari hasil membaca, mengamati, berdiskusi dan lainnya, kita dapat menulis, baik itu menulis formal, seperti menulis artikel dan buku atau pun menulis tidak formal, seperti menulis di blog atau di catatan pribadi adalah cara lain untuk mengasah ilmu dan pikiran dan sekaligus menyampaikan ilmu kepada masyarakat.
Oleh karena itu, bagi yang sudah mendapat gelar Magister, hendak nya tidak sombong atau merasa lebih pintar di banding rekan-rekan yang lain yang masih S1, karena nyata nya banyak contoh para pakar yang tidak menempuh pendidikan tinggi secara formal namun di akui dan terbukti kepakarannya karena terus belajar lewat jalur lain, seperti Bill Gates (Founder Microsoft dan ahli Software adalah DO dari Harvard University), Lerry Ellison (CEO Oracle, pakar IT, juga DO dari kampus) dan Michael Dell (CEO Dell Corp, juga DO dari kampus).
Dan juga bagi rekan-rekan yang belum ada kesempatan untuk melanjutkan ke jenjang S2 , tetap lah terus belajar dan bergerak untuk mengatasi masalah dan maju ke depan, sambil juga tetap berusaha untuk dapat kesempatan untuk belajar ke jenjang S2 bagi yang ingin, karena ada juga yang tidak ingin walaupun otak dan biaya mendukung, karena alasan-alasan tertentu.
Di samping itu, ilmu yang kita miliki sekarang, hendaklah tidak hanya di gunakan untuk mencari nafkah semata, tetapi juga dapat di sebar ke masyarakat dan tetap terus berkarya, baik dalam bidang penulisan, pembuatan Software, Jaringan Komputer.dll.
Selamat terus belajar .........

2 comments:

http://imagine-candy.blogspot.com said...

wah Sofwan skrg jago nulis juga ya,...salut gw,..hebat euuuuy

Akhmad Sofwan said...

Trim's atas komen nya, tapi saya engga tahu, kamu itu siapa ya .. ?