Pages

Monday, April 21, 2008

Laptop, simbol Intelektualitas ?


Jika kita melihat iklan sebuah perguruan tinggi yang menggambarkan sekumpulan mahasiswa dan mahasiswi yang sedang berdiskusi dan berada di depan sebuah laptop dengan raut wajah ceria di sebuah taman, apa yang berada di benak kita .... ?, muda, ceria, modern dan intelektual, itulah mungkin yang ada di benak sebagian besar orang yang melihat iklan tsb dan memang kesan itulah yang sengaja di munculkan oleh pihak Perguruan Tinggi yang memasang iklan seperti itu.

Di suatu tempat makan di sebuah Mall mewah, terlihat lah dua orang pemuda di depan sebuah Laptop dan dari dekat, ternyata mereka sedang bermain Game atau terdapat seorang user di depan Laptop nya, yang sedang Browsing dan Chating. Bermain Game, Browsing dan Chating bukanlah sesuatu hal yang keliru. Di sini saya hanya ingin mengutarakan, bahwa kesan seseorang di depan Laptop adalah seseorang yang Intelektual, dalam hal ini penyebar atau/dan konsumen pengetahuan, belum lah tentu. Buya Hamka, berhasil menulis tafsir Al-Azhar semasa di dalam penjara, pertanyaan nya bagaimana beliau menulis dan mendapat bahan referensi terhadap tafsir karya nya ?. Saya belum tahu pasti, tetapi yang jelas tanpa bantuan IT, terlebih Internet, yang mana kita dapat dengan mudah Browsing bahan-bahan untuk membuat suatu karya tulis. Syeikh Yusuf Al-Qardhawi, pernah mengatakan, bahwa Beliau memang terbiasa menulis sebuah buku saat di perjalanan dan bahan referensi nya berasal dari dalam pemikirannya sendiri. Beliau dapat dengan mudah menemukan ayat yang relevan tanpa membuka buku referensi, karena memang Beliau telah di anugerahi Allah untu dapat hafal Al-Quran 30 Juz.

Pengetahuan di produksi dengan cara menulis atau secara lisan dan itu di dapat dari seseorang yang memiliki pengetahuan atau ide sebagai bahannya. Pengetahuan itu sendiri di dapat seseorang dari hasil membaca, mengamati atau berdiskusi. Proses menulis adalah sebuah proses menuangkan ide dan pengetahuan dan hal itu tidak identik dengan keberadaan Laptop. Laptop hanyalah sarana seperti hal nya pena dan kertas untuk seseorang dapat menulis, hanya saja, Laptop terlebih dengan sambungan internet, membuat seseorang lebih mudah untuk menulis. Jadi, jika seseorang berada di depan sebuah Laptop nya di sebuah kafe, dia belum lah tentu lebih cerdas dari anda yang tidak memiliki laptop.



1 comment:

agus syaefudin said...

hehe.. btw mengenai leptop, memang yah sudah banyak yg menggunakannya. Tapi ada beberapa faktor yg membuat seseorang tertarik untuk memiliki leptop pertama, karena memang butuh, kedua, buat gengsi (termasuk maen games kalih yah...hehe) trus yg ketiga, orang tersebut memang pedagang leptop....hahahahaha..:))