Monday, November 10, 2008

== Kenapa gue engga menggunakan Linux ? (Cerita Fiksi)

Hallo, perkenalkan, nama gue Jhon (Nama samaran), gue kuliah di sebuah Perguruan Tinggi di Jakarta, mengambil jurusan Ilmu Komputer. Gue pengen cerita, mengenai kehidupan gue yang kelam beberapa saat yang lalu, semoga bisa menjadi pelajaran bagi elo sekalian.

Cerita nya begini, gue pernah berkenalan dengan salah seorang mahasiswa di kampus gue, orang nya lumayan baik dan pintar. Bicara ngalor ngidul, ternyata dia mengaku, bahwa dia adalah seorang anggota genk Under ground di kampus gue, gang Papenux (Pasukan Pencinta Linux) nama nya. Mendengar nama itu, wah, gue mulai ambil jarak dengan dia, karena Bokap gue pernah bilang untuk jangan dekat-dekat dengan Linux. Gue belum tahu alasannya apa, tapi denger-denger itu karena Linux bisa di dapatkan dengan gratis dan itu engga sesuai dengan nilai-nilai di keluarga gue, yang selalu membeli barang bermerek dan berkelas dan tentu nya mahal dong .... sedangkan Linux, gratis ... bisa turun gengsi keluarga gue memakai barang murahan, apalagi gratisan, begitu yang gue denger dari orang-orang rumah gue. Oh ya ... bukannya sombong nich, keluarga gue memang bisa di bilang keluarga tajir, jadi uang bukannya masalah. Dan juga om-om gue yang para pembuat virus dan hacker itu juga kagak doyan yang namanya Linux, mereka nilai Linux bisa membuat frustasi mereka untuk menembus security nya dan virus nya sedikit, sehingga mereka engga bisa menjual produk Anti Virus mereka ke orang-orang Linux.

Kembali ke anggota Papenux tadi, walaupun gue mulai ambil jarak dengan dia, ternyata dia terus mendekati gue dan akhir nya gue tahu, dia emang niat nawarin gue untuk make Linux di tambah bujuk rayu teman-temannya se genk ke gue. Awal nya gue nolak, tapi karena bujuk rayu nya tingkat tinggi dan World Class punya, setelah di sodori sebuah bungkusan, akhir nya gue terima bungkusan itu dan ternyata isi nya adalah CD Linux, gue terima dan gue coba-coba make itu barang . Sekali dua kali, gue merasa pusing dan merasa aneh, tapi mereka bilang "Itu, karena elo belum terbiasa aja, lihat nich... kita-kita , enjoy dan fly koq".
Gue terus menerus di sodorin itu Linux dan gue di ajarin make itu Linux, dari teknik tingkat cere sampe teknik tingkat Koboy Texas. Pernah suatu hari, gue di ajak ke komplek Warung terang benderang tempat genk Papenux biasa nongkrong. Di situ gue di perkenalkan berbagai macam distro Linux dan teknik-teknik Linux biar gue bisa fly dengan Linux.

Lama kelamaan gue merasa enjoy dalam menggunakan Linux, hingga Linux gue selundupkan ke dalam kamar gue, takut bokap dan nyokap serta abang dan adek gue tahu bahwa gue make Linux, maklum mereka menganut paham Borju dan Mahal=hebat dan juga mereka pecinta berat Microsoft, Adobe, Oracle dan merek-merek software proprietary lain yang mahal.
Siang malam, pikiran gue engga bisa lepas dari Linux, mau makan, gue inget Linux, mau tidur juga, sampe-sampe gue Mimpi di kerubutin Penguin di Kutub Utara sana, tapi untung nya kuliah gue jadi lebih semangat, karena gue pikir, ilmu-ilmu kuliah mendorong gue untuk bisa akrab dengan Linux, dari belajar Sistem Operasi, Algoritma hingga Database.
Jadwal hidup gue udah berubah, pergi pagi, pulang malam karena musti nongkrong dulu dengan Genk Papenux untuk berpesta Pora Linux dan setiap di tanya Bokap dan Nyokap, gue bilang, gue habis bersilaturrahmi dengan teman-teman. Mendengar kata Silaturrahmi, mereka senang banget, karena gue di nilai religius, tapi bener kan nongkrong=silaturrahmi ?!.

Akhir nya gue di terima di genk Papenux, setelah di anggap gue bisa enjoy dan fly dengan Linux. Setiap malam minggu, kita mengadakan Pesta Linux Bebas. Masing-masing kita membawa pasangan nya ke pesta itu, Franky, senior Genk Papenux, menggandeng pasangannya yang aduhai cantik nya, tampilan desktop nya itu lho, membuat mata setiap cowok (dan cewek juga) bisa melotot melihat tampilan GUI KDE nya yang sudah menggunakan KDE 4.0 dengan animasi nya di tambah dia make Kartu Grafis terkini. Dia nyebut pasangannya Ubuntu 8, si Alex anggota genk yang lain, gue lihat sedang berduaan aja di pojokan dengan Fedora 9.0 nya, sementara gue ngajak si Mandriva 2008. Di Pesta Linux bebas, kita main dengan Linux, kutak-katik sampe pagi di selingi nonton film BF (Be a linuxer Film). Tentu aja pesta ini di adakan secara diam-diam, karena kebetulan masyarakat di sekitar sana, adalah penganut paham Proprietary (Software Komersial) tulen dan pecinta petani., walaupun mereka bukan petani. Gabungan kedua sifat itu membuat mereka menggunakan produk Microsoft, Adobe dan Oracle dengan cara membajak, maklum aja pekerjaan petani kan biasa membajak sawah, jadi mereka menggunakan software bajakan. Di pesta itu, kami juga membuat software dengan teknik algoritma tingkat tinggi dan memposting secara bebas di komunitas Open Source. Untuk yang satu ini, jangan sampe temen-temen di kampus gue tahu, mereka bisa anggap gue sinting dan gila, dengan membuat software yang rumit sampe jungkir balik, lalu engga di jual, tapi di posting secara gratis, source code nya di umbar lagi.

Setiap pertemuan keluarga besar, pasti gue menyendiri aja di pojokan, karena khawatir bisa ketahuan bahwa gue anggota genk Linux, para anggota keluarga besar gue yang rata-rata penyandang gelar MCSE, MCDB dan OCP dan penganut paham closed source punya penciuman tajam mengendus adanya bau-bau Penguin di sekitar mereka dan dengan indera ke enam nya, mereka bisa lihat tampang gue yang mirip-mirip Penguin (Secara kasat mata), karena udah kecanduan berat Linux.

Lama-kelamaan keluarga gue tahu juga, bahwa gue udah kecanduan Linux, karena bicara gue udah bicara model seorang pemberontak, sering menggunakan kata-kata aneh, seperti :class, extends dan function yang merupakan indikasi kena "Object Oriented Syndrome" akibat kebanyakan coding dan ada bahasa Penguin nya dikit-dikit. Kamar gue di geledah dan gue hanya bisa pasrah aja, mereka berhasil menemukan majalah-majalah model PlayBoy(PLAYing with Linux, BOY) , artikel berbau Codinggrafi dan cd-cd Linux gue.

Gue di interogasi, oleh bokap,nyokap dan om-om gue yang beraliran closed source. Awalnya gue diam seribu bahasa, tapi karena di desak terus, akhir nya gue cerita, bahwa gue adalah anggota genk Papenux. Ortu dan om-om gue marah besar, mereka mendesak gue nunjukin alamat situs Papenux itu, dengan terpaksa gue nunjukin, bahwa alamat situs nya adalah www.xxx.net. Setelah mengetahui alamat situs Papenux, mereka segera membuka laptop mereka dan terkoneksi ke Internet High Speed. Awal nya gue bengong, mau ngapain mereka, tapi akhir nya gue di kasih tahu, bahwa mereka mau mendeface bahkan mau membumi hanguskan situs tsb. Gue kaget bukan kepalang, karena situs itu adalah kehormatan genk Papenux, ibarat seorang samurai, pedang samurai adalah kehormatannya. Gue di paksa nonton adegan pembumi hangusan situs Papenux, tapi karena badan gue ada bau-bau Penguin nya, mereka engga mau deket-deket sama gue, akhir nya gue nonton di suatu ruangan yang terisolasi dan di jaga ketat serta di jauhkan dari segala alat komunikasi, hp,laptop,pc, apalagi koneksi Internet, takut gue menangkal serangan mereka kata nya. Gue di jaga ketat dan duduk di pojokan di layar LCD nonton aksi perusakan situs Papenux. Gue nonton dengan harap-harap cemas, karena gue tahu Om-Om gue merupakan Cracker dan Hacker aliran Closed Source kelas dunia. Tidak hanya mereka saja, tetapi meraka memanggil hacker-hacker kelas dunia teman-teman di luar negeri juga untuk membumi hanguskan situs Papenux,kerja bareng secara online. Setelah selama 3 hari 3 malam, mereka berusaha dengan segala cara dan teknik, mereka menyerah, mereka gagal mendeface, apalagi sampe menghancurkan situs Papenux. Mereka berkomentar, bahwa situs Papenux di buat oleh orang-orang gila, mereka membuat situs ini dengan tingkat security dan enkripsi yang sangat tinggi dan pemrograman web dengan security yang berlapis-lapis dan semua nya menggunakan Linux dan software Open Source. Mendengar itu, gue lega, tetapi Bokap dan Nyokap bertambah marah, karena gue di nilai tidak hanya kecanduan Linux, tetapi juga sudah bergaul dengan orang-orang yang tidak benar, yaitu orang-orang gila genk Papenux.

Setelah berdiskusi, akhir nya mereka sepakat untuk merehabilitasi gue di pusat rehabilitasi MMH (Microsoft Minded Rehabilitation) di luar negeri. Di sana pagi-siang-malam, gue di cekoki closed source dan di masukan di ruang MCSE dan MCDB, gue di awasi 24 jam terus menerus , terutama kegiatan online gue, biar gue engga berkoneksi lagi dengan Linux dan kroni-kroni nya.
Setelah mendekam di sana selama 2 tahun, gue balik, bokap dan nyokap serta om dan tante gue happy, karena gue udah balik lagi ke jalan yang mereka ridhoi, jalan yang benar, kata mereka. Oleh karena pengalaman itu, gue balik lagi menggunakan produk Microsoft, Oracle dan Sourced Close lain , itulah alasan kenapa gue engga menggunakan Linux.
Begitulah kisah gue yang pernah kecanduan Linux. Terima Kasih.

====================

( Cerita di atas adalah karangan belaka, cerita model di atas pernah ada sebelum nya di Internet, saya cuma nambah bumbu-bumbu dan ide cerita lain, jadilah cerita versi saya.
Jika ada kesamaan dan kemiripan dengan dunia nyata, itu sah-sah aja.)






Sunday, October 05, 2008

Seorang Nenek sholehah di sebuah desa

Hari ini adalah hari terakhir liburan lebaran dan orang-orang yang mudik lebaran, tentu nya harus kembali ke tempat tinggal nya untuk kembali merajut masa depan nya. Saya tidak mudik pada tahun ini dan memang tidak pernah mudik, karena kampung saya di Jakarta ini atau jika mengunjungi nenek, cukup perjalanan 1 jam saja, karena nenek saya tinggal di daerah Tangerang (Bukan mudik itu nama nya ...) ada untung dan rugi nya, untung nya tidak perlu repot-repot mikirin soal biaya, waktu dan tenaga untuk pulang ke kampung dan rugi nya, tidak dapat menikmati suasana yang jauh berbeda dengan suasana sehari-hari, tetapi yang jelas jauh lebih banyak untung nya dong .... :).
Walau saya tidak punya kampung di daerah, tetapi saya pernah mengunjungi sebuah kampung halaman seorang teman, tepat nya mengunjungi nenek nya di desa. Desa itu terletak di daerah Rangkas Bitung, kami bertiga, saya dan 2 teman saya (salah satu nya yang punya nenek) berangkat dengan menggunakan Kereta Api Ekonomi dan itu merupakan pertama kali nya saya naik Kereta Api :) . Kejadian ini terjadi tatkala saya duduk di kelas 2 SMA, sekitar tahun 1995/1996, Oow .... sudah 12 tahun ... tidak terasa, tetapi masih segar di ingatan saya.
Saat kami masuk ke jalan menuju rumah nenek nya, kami di sambut oleh suasana sawah dan para ibu-ibu (atau gadis ya ... ?!) yang sedang bekerja di sawah nya. Rumah nenek nya berbentuk panggung dan terbuat dari bambu. Listrik sudah masuk, tetapi di rumah tsb tidak ada tv, tv ada di rumah sebelah . Suasana nya memang benar-benar suasana desa, ada sawah, kebun, pohon-pohon dan sungai ....
Kami tidur di lantai bambu dan kami di sana untuk 3 hari 2 malam. Pada suatu malam saya terbangun untuk ke kamar mandi dan saya mendengar ada gerakan di lantai bambu dan tatkala saya menuju dapur, saya melihat nenek nya sedang sholat malam di sebuah tempat tidur nya di bagian dapur. Kamar tengah nya di tempati oleh anak nya yang sudah berkeluarga, kamar nya tidak berpintu. Sang Nenek hanya menempati ruang di belakang rumah, dekat dengan dapur. Dan keesokan malam nya, saya juga dengar pergerakan di lantai bambu yang juga merupakan gerekan orang Sholat. Singkat nya, Sang Nenek rupanya tengah sholat malam di dua malam kami menginap dan saya yakin hal itu sudah merupakan kebiasaan sang nenek.
Pada saat kami akan pulang, sang nenek menangis, pikir saya, sang nenek merasa kehilangan di tinggal cucu nya dan kami dan sang nenek senang kami berada di rumah nya.
Selang beberapa lama, saya menanyakan kabar kampung halaman dan sang nenek kepada kawan saya dan dia menjawab, bahwa sang nenek sudah meninggal pada saat Idul Fitri di sore hari nya .... Meninggal pada sore Idul Fitri .... hari yang fitrah ... kembali suci, sudah melewati Ramadhan, jika sang nenek dapat mengisi Ramadhan nya dengan baik, maka alangkah beruntung nya ia, Ramadhan, dosa-dosa di ampuni dan Saat Idul Fitri, bersalaman meminta maaf dengan orang-orang sekitar, dosa vertikal dan horisontal sudah luluh,... sangat beruntung.
Dalam kehidupan sehari-hari, nampak nya sang nenek adalah seorang nenek biasa-biasa saja, tidak ada gelar kehormatan, akademis terlebih politik di bahu nya, hanya bekerja di dapur dan ladang, tetapi ia yang di mata manusia biasa-biasa dan tidak ada keisimewaan, namun belum tentu di mata Allah, ia telah membiasakan sholat malam, mengalah hanya menempati ruang dapur demi anak dan keluarga nya, itupun sebatas apa yang saya lihat saja ...
Sebenar nya dari perjalanan saya itu, masih ada beberapa yang dapat saya ceritakan, namun karena jika artikel ini panjang, sehingga khawatir malas untuk di baca, jadi saya singkat saja, yaitu : - Berpindah nya kepemilikan sawah ke orang-orang kota di daerah tsb dan di buat nya jalan aspal, sehingga anak muda menuntut ortu nya untuk membelikan motor (Lebih konsumtif) serta anak muda yang enggan bertani mengolah sawah (Jadi, siapa yang mengolah sawah dong ...). Tks


Idul Fitri 1429 H

Idul Fitri 1429 H atau 1 Syawal 1429 jatuh bertepatan pada tgl 1 Oktober 2008. Apa yang istimewa pada Lebaran pada tahun ini ?. Seperti nya tidak ada yang spesial pada Lebaran kali ini jika di banding dengan lebaran pada tahun-tahun sebelum nya, keadaan masyarakat tidak ada perbedaan yang significant. Masih banyak rakyat yang susah ... :(.
Walau bukanlah hal luar biasa, tetapi Idul Fitri yang di laksanakan secara bersamaan pada sebagian besar masyarakat Muslim Indonesia, membawa kenikmatan tersendiri, maksud saya pada tahun ini, semua golongan besar atau Ormas Islam besar merayakannya secara bersamaan, walaupun ada sebagian kalangan yang merayakan lebih cepat, tetapi itu hanya sebagian kecil saja.
Muhammadiyah, yang pada tahun kemarin merayakan Idul Fitri lebih cepat sehari sebelum nya, pada tahun ini sama dengan pemerintah. Apa perbedaan nya ?. Walaupun masyarakat semakin paham akan ada nya perbedaan waktu Lebaran di kelompok lain , khusus nya yang di anut oleh pihak Muhammadiyah, namun dengan menyelenggarakan Idul Fitri secara bersamaan, lebih terasa semarak dan meriah nya dan lebih memunculkan suasana lebih akrab.
Pihak yang merayakan lebaran lebih cepat, tentu nya tidak dapat dengan leluasa mengunjungi keluarga nya pada hari Idul Fitri versi dia yang merayakan lebaran esok hari nya dalam rangka Silaturrahmi lebaran dan juga syiar Islam dengan kekompakkan jamaah sholat Ied agak berkurang, karena jumlah jamaah di sebuah daerah terpecah menjadi 2 hari.
Secara hukum, memang dapat di mengerti akan ada nya perbedaan waktu Idul Fitri, karena perbedaan cara penentuan hari, yaitu dengan Rukyat atau Hisab, namun tentu nya lebih terasa suasana yang lebih meriah dan lebih kompak, karena Idul Fitri bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga masyarakat.
Selamat Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin .....

Yes, I am Betawi

So many people when I meet at the first time or at the early time ask me, where do you come from, meaning what is your tribe, I say Jakarta or Betawi. Betawi ... has some negative impressions in people head, such as lazy, rude, low educated and has more than one wife for the rich. Are the titles right or not ? , some Betawi people yes but not all of betawi people.
I want to say that because of changing of the community and environment fastly, make Betawi people is not like the titles above at all, a lot of Young Betawi is well educated, hardworking and diligent because their place, Jakarta is a place full of challenging and opportinities, they have to compete with other people come from out of Jakarta to looking for a better life.
The situation is really different, they used to has a large land and can sell some of them easily to get money but now, the land change become rental house or change the possession. If you are Betawi, don't ashame to confess it because good or bad you are, not because of your tribe but because of you yourself.

Monday, September 08, 2008

The This Ramadhan and the previous one

We still in Ramadhan now, Alhamdulillah, Allah still gives us the oppurtinity to life until this Ramadhan and the rest is our business, do we use Ramadhan Optimally or Minimally. A lot of us feel time goes on so fast so we think The previous Ramadhan is not a long time ago and we still remember well what was happening in the previous Ramadhan. Of course this Ramadhan is not same with the previous one, because time is change for community and for each of us. In my opinion, there is no significant situation between two of Ramadhans, but I see there are some differences between them. Actually, I compare the different situation to see whether there is a betterment, same or worse.
We still find the big part of the community is still difficult in economy although economy in Indonesia is grow up, but still not enough yet and equally or entirely. Oke, let's talk about the differences. Some differences, such as :
There are some banners in street we often see from political parties to just say Happy fasting or something like that and also the banners come from a man who will be candidate for the House in the next election. They use this moment to campaign them selves but I don't have to know whether the main objective is to say Happy fasting and Ramadhan or campaign the political party but in this Ramadhan, the situation is in preparing for the Election.

Other difference is we cook use gas now because of Government project to convert from oil to gas, but we find it not to make us more welfare at least until right now. Although the using of gas is more practical but the price is not cheap for some of us and there is a worry in price increasing of small tube of gas but hopefully not.

Those are two of differences I see between this Ramadhan and the previous one. In general, so far the security is still good and under control and although we still difficult to reach the welfare but people is still patient and keep fighting to survive from day to day, salute for the people.
Fo me myself, I have my own note but I can't display in this blog.

Be a Web Developer


Coincide with Sept 1 08 or Ramadhan 1 1429, I accepted as a PHP Programmer in a company, Alhamdulillah. Before this job, I already work for 3 companies by using .., I say low-Intermediate level computer skill, a Technical Support, a data Processing but not statistical spesialize and a Helpdesk. Being a PHP Programmer or as a Web Developer is my dream job, the job need deep learning and chance to become a Top Programmer who will be high paid and another thing is could be more useful for others.

Besides that, I already declare myself to become a Freelance Web Developer to provide Website and Web based Application Building service and that job need several skills, such as Web Design and Web Programming. I hope in the future I will have my own company or joint business in Web Development and other IT Services, because I don't want to just only have one income source, I want have a lot of income sources, come from several directions and it will happen if we become an Enterpreneur or at least 2 income sources and it means besides be an employee I have to have a side job. Right now, besides as employee in a company my side job is a Freelance Web Developer and a writer.

Today, I learn a new Tool in Programming, it is Code Igniter. Code Igniter is a PHP Framework, my company wants I create an application using that tool, because the company think it help us to create an application faster and better but the cost is I need time and effort to learn that tool, but Alhamdulillah, now i can use that tool quite good. Actually I happy to learn that tool, because it will become my additional skill and in the future the tool is more demanded by people, it means I prepare for facing the future, right ?. That's all.

Monday, August 25, 2008

Facing fasting month

For about one more week, we will enter month of Ramadhan based on Islamic calendar, a month of full of bless and forgiveness from Allah from those who do fasting and other worships. The prophet Muhammad SAW, urged us as his followers to prepare for entering Ramadhan 2 months before from Rajab, a month before Ramadhan and Sya'ban in order to make us ready to do more prays in Ramadhan including fasting.

As we Know, Allah promise us to give much more bless and rewards for our prays in Ramadhan than in other months in a year. In Indonesia the situation is different between Ramadhan and non Ramadhan, because most of Indonesia people are moslems and also we have some traditions in Ramadhan such as break fasting together in mosques or in a family and preparation for Lebaran in the end of Ramadhan but of course we have to more attention for Islamic teaching itself than the traditions, because our hope is get more kindness will come from how far we do Islamic prays and teachings.

It's a pity that from ramadhan year to year seems is not different significantly in spirit of prays, i mean only in the beginning of Ramadhan mosques are full by people but come to the middle and the end, the people less enthusiasts to fulfilled the mosques anymore and give more attention to markets and make a preparation for Lebaran. I hope there is a betterment in Ramadhan this year, particularly for me myself and also for Indonesia moslems in Praying spirit, because of course we want betterment in praying from time to time, betterment from the previous one.

Menulis Blog dengan bahasa Indonesia atau bahasa Inggris ?

Selama ini saya menulis blog kebanyakan menggunakan bahasa Indonesia, dengan tujuan pembaca dari teman-teman sendiri dan pembaca dari Indonesia. Saya penah berkunjung ke sebuah blog orang Indonesia yang kebanyakan artikel nya di tulis dengan bahasa Inggris dan nampak nya dia bertujuan pembaca blog nya orang dari luar negeri dan itu cukup masuk akal, karena Internet berskala global, tidak ada perbedaan apakah blog kita di buka di Indonesia atau di luar negeri.

Jika sasaran pembaca blog kita dari Indonesia, memang terasa lebih baik jika kita menulis blog dengan bahasa Indonesia, yang walaupun cukup banyak dari kita orang Indonesia yang dapat membaca artikel berbahasa Inggris, tetapi lebih mudah dan taste Indonesia jika membaca artikel berbahasa Indonesia. Namun artikel berbahasa Inggris memiliki pasar pembaca yang jauh lebih banyak, karena jumlah penduduk Indonesia lebih sedikit dari penduduk di luar sana, namun karena kita atau saya dan semua teman-teman saya orang Indonesia, maka akan menguntungkan bagi saya dan teman-teman lain jika membaca artikel berbahsa Indonesia. Keuntungan menulis blog dengan bahasa Indonesia, adalah kita lebih lancar menulis dan ide-ide di kepala terasa mengalir tanpa halangan bahasa dan tidak perlu kamus, serta dapat menggunakan bahasa gaul dan sehari-hari yang kita pakai, sedangkan keuntungan mengisi blog dengan bahasa Inggris adalah, kita sekalian berlatih menulis bahasa Inggris dan memiliki pasar pembaca yang lebih luas serta berpotensi menjalin hubungan dengan orang dari berbagai warga negara, karena bahasa Inggris adalah bahasa Internasional.

Akhir-akhir ini, saya memadukan tulisan di blog saya antara bahasa Indonesia dengan bahasa Inggris, jadi selama 1 minggu saya menulis 2-4 artikel yang salah satu nya adalah artikel berbahasa Inggris dan sejak saat itu, tidak ada komentar di blog saya, saya kurang tahu pasti apa sebab nya, tetapi counter dan sitemeter di blog saya tetap menunjukkan ada tamu yang berkunjung ke blog saya.

Kemarin malam saya mencoba ikut bloggerforum dan mencoba memperkenalkan blog saya di forum yang bahasa komunikasi nya adalah bahasa Inggris, saya memperkenalkan blog saya yang sebagian isi blog nya adalah berbahasa Inggris. Karena beberapa pertimbangan, maka saya memutuskan untuk mengisi blog saya ke depannya dengan menggunakan bahasa Inggris nya pada sebagian besar postingan artikel nya, baik untuk konten lokal atau konten global, namun saya juga tetap berusaha mengisi blog saya dengan artikel berbahasa Indonesia, paling tidak 1 kali dalam 1 bulan, jadi jika 8 artikel dalam 1 bulan, maka 12.5% adalah artikel berbahasa Indonesia dan 87.5% adalah artikel berbahasa Inggris dan saya coba memperkenalkan keluar blog saya ini, agar mendapat kunjungan dari para pembaca.

Mengisi blog, walaupun itu tanpa pembaca sama sekali, tetap lah berguna, untuk melatih kemampuan menulis dan menuangkan ide, bahkan menulis di buku harian, tujuannya agar buku itu kita baca sendiri, sebagai catatan pribadi kita. Tetapi dengan adanya pembaca di blog kita, kita berharap semoga isi blog kita bermanfaat dan berpengaruh terhadap mereka, jadi memiliki nilai tambah.

Thursday, August 21, 2008

My Friendly Linux


It's about 2 years i use Linux only without other Operating System in my home. Started from Dual Boot Linux and Windows, at the first time, i installed Linux Mandrake 9.1 and then move to Mandrake 9.2 and currently i use Mandriva 2007 and Fedora Core 9.0 as my second OS. I have ever tried various kinds of Linux such as, Ubuntu, Kubuntu, Slackware and Suse but i feel accustome and comfortable with Mandriva 2007 right now since it knows all of my hardwares including Onboard sound hardware without a lot of configuration or detect hardware automatically. I don't need Windows at all at my home, because Linux is better from time to time and eventhough we find som troubles but the solution we can find out there in Internet, books or magazine or reading manual provided.

Although i have Fedora Core 9.0 with some newer applications than Mandriva 2007 has, but Fedora Core 9.0 does not know my sound hardware automatically, i still don't know until now how to solve that problem. Before that i also ever try Mandriva 2008, the newer version than Mandriva 2007, but Mandriva 2008 doesn't include PHP in it's DVD, so i can't install it automatically.

Currently, i use Mandriva 2007 for all of my computing activities except write a book about GIMP, i use Fedore Core 9.0, because fedora has newer version of GIMP and i intend to the reader out there for my GIMP Book. There is a problem to Install the newest version of GIMP at Mandriva 2007, because the newest version need newer GTK+ 2 than what Mandriva 2007 has. Ease comes from custom and learning. That's all.

Penutupan Pengajian


Menjelang bulan suci Ramadhan, ada suatu acara khusus di hampir semua pengajian di Indonesia, termasuk juga di daerah saya, yaitu acara penutupan pengajian. Di sebuah Masjid di daerah saya, Masjid itu merupakan tempat saya beribadah dan 'bermain' sewaktu saya kecil dan saya ingat mengenai perkembangan bangunan masjid nya dari waktu ke waktu hingga seluas sekarang. Di sebut tempat 'bermain' saya sejak kecil, karena saya ingat, sewaktu kecil kami Sholat plus ada becanda-becanda nya, kalau sekarang yang Sholat saja tanpa ada becanda dong .... khan udah gede :).


Saya menghadiri sebuah acara penutupan pengajian yang pengajiannya di adakan seminggu sekali setiap malam Jum'at. Acara pengajian kaum pria, baik remaja ataupun bapak-bapak, setiap acara nya cukup di padati pengunjung, bahkan kalau saya perhatikan juga menarik beberapa Jama'ah dari Masjid atau Musholla sekitar nya. Menurut saya, karena sang Ustadz berilmu pengetahuan Islam yang sangat lumayan, termasuk dalam hapalan Ayat Al-Qur'an atau Hadits dan bahasa Arab nya. Dan juga para peserta nya juga aktif dalam bertanya, sehingga tidak pernah setiap selesai sang Ustadz memberikan kajian kitab, tidak ada yang bertanya dan cukup sering pertanyaan nya yang di luar topik bahasan dan sang Ustadz memberikan jawaban yang cukup memuaskan, beserta dalil Al-Qur'an / dan Hadits nya.


Apa yang luar biasa saat penutupan pengajian pada saat itu adalah, suasana haru dan sedih yang saya rasakan, bahkan nampak ketua Masjid nya bersedih yang untung nya itu adalah penutupan sementara, bukan penutupan selama nya, Insya Allah, setelah Ramadhan akan di buka lagi pengajian seperti itu. Saya sendiri pun merasa sedih dan khawatir terhadap penutupan sementara itu. Sedih, karena kenapa harus ada penutupan sementara dan khawatir, kalau-kalau tidak di buka lagi setelah Ramadhan. Untuk hal ini, ada sebuah pengajian Remaja di Masjid itu, yang telah berjalan selama bertahun-tahun, tetapi setelah generasi saya, pengurus Perkumpulan Remaja Masjid tsb tidak dapat mempertahankan keberlangsungan dari pengajian remaja tsb. Pengajian tsb di tutup sementara saat menjelang Ramadhan dan tidak di buka-buka lagi hingga saat ini :(.


Melihat lebih luas, jika ada yang berpendapat di Jakarta itu banyak maksiat yang merajalela dengan di tandai banyak nya tempat hiburan malam, termasuk kafe yang menjual minuman keras yang di anggap biasa hingga para pengunjung mall yang berpakaian mini dan seksi aduhai ... Ehem ... di tambah perilaku jalanan yang semrawut dan kasar, terlebih jika ada benturan antar sesama pengguna jalan, wah ... aroma emosional nya sangat kentara, maka di sisi lain muncul nya banyak pengajian di Masjid-masjid dan perkumpulan Majlis Taklim adalah keadaan yang cukup menyenangkan, walaupun jama'ah Masjid di waktu sholat berjama'ah tetap saja sedikit di banding dengan jumlah penduduk yang mengelilingi Masjid.


Kembali ke hal penutupan pengajian, ternyata ada sisi yang menyenangkan lainnya, yaitu akan datang bulan Ramadhan dan tidak juga lupa kemeriahan Ramadhan di masyarakat Indonesia. Terbersit harapan, semoga di bulan Ramadhan 1429 H yang akan datang, dapat kita masuki dalam keadaan sehat Wal 'afiat Lahir dan Batin dan suasana dan keadaan yang kondusif, sehingga kita dapat meningkatkan amal ibadah kita di banding Ramadhan di tahun yang lalu. Amiin Ya Robbal 'Alamiin.

Thursday, August 14, 2008

Useful Technology or High Tech Technology


Technology is for better life. When we use technology, we should prefer the suitable technology for our needs not just follow today mode. For example, in a campus there is Education System built with Clipper and then they move to Oracle, if the reason is just follow the Technology, using more update technology, i think it's a mistake but if the reason, there is a need to be fulfilled such as, the database grow so fast and Clipper database is so limited in keeping amounts of record, we must choose other technology which offer better technology in database, that's a clever choice.

Other example is, it's a pity that we just need a computer for Word Processor and Spreadsheet activity only and we choose very advanced technology including graphics and sound system, while in the other hand we can use our money for other more useful needs.
In a web technology, we can use GPL CMS such as Mambo and Joomla to create a beautiful and great website with cheap cost for our client but we choose build it from scratch and using our own code while the client just need simple specification and of course happier getting a cheap price. We just to show our skillfull coding as the main priority but can make increase the price, the time and energy, we don't focus with the client need and want.
In short, technology should be for increase our welfare as well as fulfill our needs not just boosting the Technology development itself, but it doesn't mean that it's a mistake to get technology better but our main priority is technology for human being including fulfilled our needs as the first option. (sofwan)

Wednesday, August 13, 2008

Ketika kita di remehkan


Pernahkah anda di remehkan seseorang ? di anggap tidak dapat melakukan sesuatu dan di nilai jauh dari keadaan diri anda yang sebenar nya atau di maki-maki , seakan-akan harga diri anda sedang di banting-banting serendah-rendah nya ?.
Terdapat sebuah pembicaraan antara seseorang yang saya kenal dengan teman nya. Ia di panggil "xxx", sebuah panggilan yang kurang menyenangkan bagi nya oleh atasannya dan temannya bertanya, "Apakah kamu engga sakit hati di panggil 'xxx' ?, lalu ia bilang "Rasulullah aja yang benar-benar seorang mulia dahulu nya di lecehkan oleh orang Quraisy, hingga di lemparin kotoran, di sebut gila dan perlakuan yang tidak menyenangkan lainnya namun Beliau tidak marah koq, apalagi saya, yang mulia aja juga belum tentu ...."."Tetapi kita kan bukan Nabi", timpal teman nya, dia berkata "Yach, kan Nabi jadi panutan, kalau tidak bisa 100% yach seberapa persen nya kita ikuti sebisa nya".
Teladan akhlak Rasulullah SAW. Sudah sering kita mendengar atau bahkan mengucap bahwa teladan perilaku kita adalah Rasulullah SAW, namun yang menjadi pertanyaan adalah, apakah memang ada keinginan dan tekad di hati kita untuk mencontoh perilaku dari Junjungan kita tsb ?, kalau keinginan dan tekad pun tidak ada, hanya sebatas ucapan di mulut saja, bagaimana dengan benar-benar mencontoh akhlak Rasulullah SAW yang agung ?. Rasulullah SAW, tidak lah marah jika diri nya yang di remehkan, tetapi Beliau akan marah ketika Islam yang di lecehkan dan di hina, toh hinaan dan pujian bukanlah yang menentukan derajat dan kemuliaan kita yang sesungguh nya.
Jika kita di sebut bodoh, mungkin kita beruntung, karena kenyataan nya kita sangat bodoh, untung masih di sebut bodoh saja ... :), yang jelas, jangan terlalu terpaku dengan sakit hati yang ada, coba di ambil saja dari ucapan orang yang meremehkan kita, siapa tahu ada benar nya, baik sedikit atau keseluruhannya, syukur-syukur dapat di anggap merupakan kritik untuk perkembangan kita (jika ada benar nya) yang orang itu tidak menyampaikan dengan cara yang bijak. Kritik adalah ibarat jamu, pahit memang, tetapi dapat membuat badan kita sehat.
Semoga saya khusus nya dan kita umum nya dapat memiliki niat dan tekad untuk mengikuti perilaku teladan kita, Rasulullah SAW, seberapa kita tahu dan mampu, dari pada terus-menerus mengaku ummat dan pengikut Nabi dan selalu mengucapkan bahwa Nabi adalah teladan kita, namun tidak memiliki atau hanya memiliki niat dan tekad yang lemah dan seadanya untuk menjadi kan Nabi teladan di dalam kehidupan sehari-hari.
Terus belajar dan terus selalu mengkoreksi diri untuk kehidupan yang lebih baik, jadi bukan hanya "Listrik untuk kehidupan yang lebih baik" saja .... :). Salam.

Fedora 9.0




Hari ini, Rabu 6 Agustus 2008, saya mencoba Menginstall Fedora 9.0 yang saya dapat dari bonus DVD Majalah InfoLinux edisi Agustus 2008 versi ekonomis. Hanya dengan membeli majalah tsb seharga Rp.20.000,-, saya mendapat bonus sebuah DVD Fedora 9.0 yang fantatis, sungguh beruntung. Cukup bermodal 1 DVD saja, saya mendapat paket software lengkap, Office, Grafis, Programming,dll, semua ada di situ. Saya menginstall Linux ini sebagai partisi secondary, partisi utama saya load dengan Linux Mandriva 2007 dan tidak menutup kemungkinan saya beralih ke Fedora 9.0, karena menyertakan paket software lebih baru di banding Mandriva 2007, beberapa contoh adalah :
Linux Software/Paket
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Fedora 9.0 GIMP 2.4.5 OpenOffice.org 2.4 gtk2-2.12.9-5 PHP 5.2.5
Mandriva 2007 GIMP 2.3.14 OpenOffice.org 2.1 gtk+2.0-2.10 PHP 5.2.1
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Masalah nya adalah, apakah dengan bertambah maju suatu Software membutuhkan Specs Hardware yang lebih besar. Untuk Fedora 9.0, saya belum tahu, tetapi mari kita lihat saudara nya Fedora 9.0,Linux Distribusi lain, yaitu Linux SUSE 11.0, yang di rilis secara resmi pada 19 Juni 2008. Suse 11.0 datang dengan teknologi yang lebih baru dan lebih canggih, namun tidak membutuhkan specs Hardware yang sangat tinggi, cukup dengan notebook biasa saja. Hal ini bertolak belakang dengan Vista yang datang dengan software yang di klaim lebih canggih dari sebelum nya (Windows XP), namun membutuhkan Specs Hardware yang gila-gilaan (Seperti yang di sampaikan I Made Wiryana di InfoLinux ). Dan saya yakin tidak jauh beda keadaan nya dengan Fedora 9.0, datang dengan versi Software yang lebih baru, namun tidak membutuhkan Specs Hardware yang jauh lebih tinggi.
Linux telah menawarkan sesuatu yang segar dan sudah sejajar dengan Windows bahkan di sisi yang lain sudah lebih maju serta dapat di peroleh secara free. Pertanyaan nya adalah Ć¢€Masih kurang apalagiĆ¢€ sehingga kita masih enggan untuk beralih ke Linux dan lebih memilih software bajakan, kecuali jika tidak ada faktor-faktor kekuasaan kita (Mis: Di kantor, pengen make Linux, tapi perusahaan masih berkutat dengan Windows bajakan, sedangkan kita bukanlah owner atau Boss, hanya seorang karyawan biasa .... jadi repot deh ... :( ). Untuk skala global, pertanyaan di atas tadi patut di layangkan. Masih kurang apalagi Linux itu ?